Forum Konsultasi Publik RKPD Kota Denpasar Tahun 2020

  • 30 Januari 2019
  • Oleh: bagus
  • Dibaca: 760 Pengunjung

Forum Konsultasi Publik yang di selenggarakan pada hari Selasatanggal 29 Januari2019bertempat di Gedung Sewaka Dharma ruangan Sewaka Mahotama Lantai III dibuka oleh Bapak Walikota Denpasar.

Diawali dengan Laporan Ketua Panitia Penyelenggara yang dibacakan oleh Ka. Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangun Daerah (Ir. Luh Nyoman Rai Suryathi, M.Si). Tujuan dari Penyelenggaraan Acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2020ini adalah untuk menghimpun aspirasi atau harapan masyarakat terhadap tujuan, sasaran dan program pembangunan Daerah dari kelompok masyarakat yang memiliki kompetensi yang relevan terhadap permasalahan pembangunan dan isu strategis.Sedangkan keluaran dari pelaksanaan Forum Konsultasi Publik ini adalah sebagai bahan penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar Tahun 2020menjadi Rancangan RKPD.

Pada kesempatan forum ini Bappeda juga menyampaikan tema dan 5 prioritas pembangunan daerah untuk tahun 2020. Tema pembangunan yaitu Meningkatkan Kapasitas SDM untuk mendukung Pertumbuhan Ekonomi dalam mewujudkan kesejahtraan masyarakatdan 5 prioritas pembangunan daerah yaitu : 1).Peningkatan Kualitas Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur 2). Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia, 3). Peningkatan Peran Ekonomi Kreatif dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, 4). Menjaga stabilitas serta pelestarian dan pengembangan budaya untuk mendukung ekosistem kepariwisataan dan 5). Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan yang baik.

Proses forum konsultasi publik ini di lanjutkan dengan pemaparan oleh Bappeda yang pada saat ini langsung dipimpin oleh Bapak Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembngunan Daerah Kota Denpasar ( I Putu Wisnu Wijaya Kusuma,ST.,MT ), yang di moderatori oleh kelompok ahli pembangunan daerah Ir. I Gusti Putu Anindya Putra, MSPsetelah paparan terdapat sesi diskusi dan tanya jawab yang diharapkan dapat menghimpun masukkan dari masyarakat, lembaga masyarakat atau akademisi.Adapun yang memberikan masukan yaitu :

 

1.Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar ( Drs I Wayan Geria )

Masukkan dari Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar Drs I Wayan Geriayaitu berdasarkan Undang – undang  No 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan. Dalam Undang – undang No 5 Tahun 2017 ada 11 Objek Pemajuan Kebudayaan yaitu : Tradisi lisan, Manuskrip, Adat istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional. Adapun Indek Pembangunan Kebudayaan yaitu meliputi 4 dimensi diantanya Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, Pembinaaan dan 8 Indikator Yaitu : Hak Kebudayaan, Menghargai Sejarah dan Warisan Budaya, Kulturallisme, Mengembangkan Industri Kebudayaan, Diplomasi Kebudayaan, Kelembagaan Budaya, Sarana dan Prasarana fisik,lingkungan dan Pembangunan SDM yang berkarakter.Undang – undang No 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman dan Undang – undang No 11 Tahun 2011 Tentang Cagar Budaya.

 

2. Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar ( Drs. I Made Mudra, M.Si )

Indikator lahan subak dengan Indeks Tri Hita Karana Yaitu Bagaimana memertahankan lahan subak sehingga pembinaan subak bisa berlanjut agar disinergikan pada proses perencanaan.Tri Hita Karana tidak dapat hanya sebagai cerminan antara Hubungan Antara Manusia dengan lingkungan saja  tetapi juga hubungan antara manusia dengan manusia  kemudian hubungan antara manusia dengan Tuhan.

 

3.  Bapak Putu Astawa ( PHDI )

Menambahkan beberapa hal yaitu tentang  Pemotongan Pohon,  Pembersihan Saluran – saluran Utama Trotoar agar dapat menyentuh sampai kelapisan bawah serta ada penanganan dan rencana yang jelas tentang hal tersebut.


  • 30 Januari 2019
  • Oleh: bagus
  • Dibaca: 760 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

I Putu Wisnu Wijaya Kusuma, ST. MT.

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?