Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Masih banyak keluarga yang enggan menanggalkan Status Rumah Tangga Miskin

Oleh : bappeda | 29 Januari 2016 | Dibaca : 839 Pengunjung

Jumat, (29/1/2016) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Denpasar melaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Kota Denpasar, selaku Ketua Sekretariat (TKPKD) Kota Denpasar, I Nyoman Suastama, SE, M.Si.
Dari hasil Koordinasi 25 SKPD yang terlibat langsung dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan menyampaikan laporan kegiatan 2015 dan program 2016. Dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintaha Desa (BPM dan Pemdes)   hingga 2015 jumlah Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kota Denpasar sebanyak 1413 dengan jumlah jiwa 5.562 orang. Sedangkan dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar mencatat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Tahun 2015 sebanyak 10.217 jiwa dari 26 jenis PMKS. Berdasarkan jenis PMKS di Kota Denpasar yang paling banyak adalah Orang dengan HIV/AIDS sebanyak 4920 orang, Fakir Miskin sebanyak 2.835 jiwa, Penyandang disabilitas sebanyak 913 jiwa, Anak Terlantar 546 orang dan Lanjut Usia Terlantar sebanyak 363 orang.
Kegiatan yang telah dilaksanakan dalam penanggulangan kemiskinan hingga tahun 2015 yaitu  Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar di tahun 2015 telah memberikan Beasiswa kepada 450 orang siswa SMA/SMK Kurang mampu, 346 orang siswa SMP kurang mampu dan 432 orang siswa SD kurang mampu. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar di tahun 2015 melaksanakan Pelatihan Ketrampilan Berusaha bagi keluarga Miskin, Pelatihan Ketrampilan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (Pembinaan Lanjut Usia Panti), Operasi Pasar Khusus untuk Rakyat Miskin (Raskin). Dinas Tata Ruang dan Perumahan Kota Denpasar di tahun 2015 telah melaksanakan bedah rumah sebanyak 84 unit.
Dari sejak dibentuknya TKPKD Kota Denpasar, permasalahan yang banyak dihadapi di lapangan yaitu banyaknya Rumah Tangga yang telah mendapat bantuan dan sudah keluar dari kriteria RTM, namun masih tetap masuk dalam data RTM.(SW)


Oleh : bappeda | 29 Januari 2016 | Dibaca : 839 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter