Baca Berita

SEMINAR INTERNASIONAL AKSELERASI REFORMASI BIROKRASI

Oleh : bappeda | 20 Februari 2013 | Dibaca : 1107 Pengunjung

Reformasi birokrasi ada dua hal yang mesti dipahami yakni dimensi yakni reformasi struktur dan budaya, yang menyangkut struktur dan konteks budaya nasional. Sehingga birokrasi yang tumbuh pada budaya di setiap daerah terdapat pondasi bagi aparatur dalam membangun reformasi birokrasi. Apalagi Denpasar sebagai Ibu Kota Propinsi Bali memiliki budaya yang dapat tumbuh untuk demokrasi lokal, salah satunya motto Sewaka Dharma yang dijadikan spirit yakni , melayani adalah kewajiban sebagai suatu filossofi dasar dalam pelayanan. Hal ini sangat baik dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar, yang nantinya dapat dinternalisasikan kepada para pejabat serta dapat memberikan perubahan birokrasi secara cepat. Demikian disampaikan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Prof. DR. Eko Prasojo, Rabu (20/2) ketika berbicara Seminar Internasional Akselerasi Reformasi Birokrasi Berbasis Kearifan Lokal di Hotel Ina Grand Bali Beach Sanur. Seminar ini juga dihadiri Perwakilan Sekretariat Wakil Preiden RI Siti Zuhro, Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Rektor Unud Prof. Dr. I Made Baktha, Para Bupati/Walikota Alumni Harvad University, Kepala SKPD Pemkot Denpasar, akademisi, Pengusaha, sejarawan, dan Bendesa Adat Se-Kota Denpasar Lebih lanjut dikatakan Untuk tingkat nasional telah melakukan perubahan kerangka birokrasi, perubahan menejemen sumber daya dan menejemen kinerja. Pada masa yang bersamaan Menpan RB juga melakukan pilot model kepada 33 Propinsi Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, dengan memberikan fasilitas bagaimana melakukan pelayanan publik yang baik, serta menggandeng perguruan tinggi dan negeri untuk membantu percepatan Reformasi Birokrasi, serta pelayanan kepada masyarakat di setiap daerah. Dalam bidang sumber daya aparatur banyak yang harus dipecahkan, mulai dari persoalan melayani, dengan melakukan perubahan budaya melayani, serta merubah mental model, dan perilaku aparatur yang merupakan pekerjaan sulit yang harus diselesaikan. Saat ini menurut Eko Prasojo sasaran Reformasi birokrasai yakni terwujudnya pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Saat ini Kementerian Pan RB telah melakukan 9 program percepatan Reformasi Birokrasi diantaranya penataan struktur birokrasi, penataan jumlah, distribusi dan kualitas PNS, pengembangan sistem elektronik pemerintah (e-government), penyederhanaan perizinan usaha, serta efisiensi penggunaan fasilitas sarana, dan prasarana kerja pegawai negeri. “Memang kita menghadapi masalah SDM yang mau tidak mau harus merubah SDM aparatur kita dalam memberikan pelayanan kepada masayrakat, kerusakan moral bukanlah persoalan individual tetapi kerusakan sistem, individu yang baik ketika masuk dalam sistem yang korup akan menjadi individu yang korup,” ujarnya. Hal ini harus kita pahami secara bersama-sama, sehingga sistem perekrutan dan promosi serta memberikan kesejahteraan aparatur negara yang menjamin kesejahteraan aparatur sehingga tidak mencuri uang negara dan dapat bekerja dengan baik dan hidup layak. Sementara Ketua Panitia Prof. Dr. Ketut Ardana mengatakan Seminar Internasional Akselerasi Reformasi Birokrasi Kerjasama Pemerintah Kota dengan Universitas Udayana yang diikuti pengusaha, tokoh masyarakat, birokrat, serta akademisi, yang menghadirkan narasumber Australia, dan Thailand. diharapkan dapat mempercepat menentukan kebijakan, sehingga mampu menyusun dan menentukan arah Reformasi Birokrasi kepada SKPD Pemkot Denpasar. Disamping itu kegiatan ini juga dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Denpasar ke 225 tahun. Seminar juga menghadirkan Wamen Pan RB sebagai keynote Speaker, Peter Mc Cawlay dari USAID, Yusharto Huntoyungo dari Kemendagri, Keokam Kraisoraphong dari Chulalongkorn University Thailand serta Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, juga dihadiri para Ketua Bappeda se-Bali.(G'ade)


Oleh : bappeda | 20 Februari 2013 | Dibaca : 1107 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter